Kamis, 22 Maret 2012

INFO SEHAT

TERTAWA DAN MENANGIS SAMA MANFAATNYA
       
        Tertawa juga menangis  merupakan bagian spektrum emosi yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Beberapa manfaat tertawa dan menangis bagi kesehatan.

Meningkatkan kekebalan tubuh
         Salah satu bukti manfaat nyata dari tertawa  peredaranmenjadikan kita lebih santai dan rileks sehingga bisa berpikir jernih.
         Tertawa juga menangis menurut dr.W.M.Roan, seorang psikiater senior di Jakarta adalah pencerminan emosi manusia yang merupakan bagian dari spektrum emosi meliputi kesedihan, kegembiraan, kekagetan, ketakutan, cinta kasih, kebencian dan kemarahan.
         Tidak hanya manusia,hewanpun bisa menunjukkan perasaan gembira dan sedih dengan berbagai kegiatan dari gerakan. Anjing misalnya jika gembira buntutnya ke atas dan bergoyang-goyang  tutur Roan.
         Dr. Lee Berk, seorang imunolog dari Lorna Linda University di California AS, mengatakan tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh,yaitu epinefrin dan kortisol yang bisa menghalangi proses penyembuhan penyakit. Dalam riset lain dr. Rosemary Cogan dari Texas Tech University menemukan bukti bahwa rasa nyeri atau sakit akan berkurang setelah tertawa. Tidak itu saja,kekebalan tubuhpun bisa meningkat.

Mengapa kita tertawa
         Tertawa pada dasarnya sehat kalau dilakukan oleh orang yang normal. Menurut Roan, tertawa sebetulnya suatu reaksi terhadap keadaan krisis berupa suatu perubahan yang tidak terduga. KOndisi itu bisa tercetus dalam keadaan yang mengagetka, menyenangkan atau menyedihkan. Krisis itulah yang membuat orang bisa tertawa. Kongkretnya, kalau anda sedang serius mendengarkan sesuatu, tahu-tahu hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diduga, Anda bisa tertawa terbahak-bahak. Kalau anda merencanakansesuatu yang baik,tapisuatu saat gagal,Anda bisa menangis.

 Melatih Organ-organ Tubuh
          Untuk mencari bukti yang lebih kuat dan akurat tentang manfaat tertawa bagi kesehatan, dr.Cogan melakukan studi eksperimentalterhadap dua kelompok mahasiswa. Kelompok pertama mendengarkan kaset lawak dan kelompok kedua mendengarkan kaset kuliah matematika. Sebelum dan sesudahnya dilakukan uji kepekaan terhadap rasa sakit. Ternyata mereka yang mendengarkan kaset lawak memperlihatkan peningkatan kemampuandalam menahan rasa sakit.
          Hasil penelitian menunjukkan tertawa terpingkal-pingkal akan menggoyang-goyangkan otot perut,dada,bahu serta pernafasan, sehinggamembuat tubuh seakan-akan sedang jogging di tempat. Sesudah tertawa tubuh terasa rileks dan tenang, sama seperti orang habis berolahraga.Tertawa juga akan melqatih diafragma torax, jantung,paru-paru,perut dan membantumengusir zat-zat asingdari saluran pernafasan. Disamping itu tertawa sangat ampuh untuk meringankan sakit kepala, sakit pinggang dan depresi.
Menurut dr.William Frey,tertawa akan menggerakkan bagian dalam tubuh,mengaktifkansistem endokrin sehingga mendorongpenyembuhan suatu penyakit. Menurut hipotesisnya tertawa akan merangsang otak untuk memproduksihormon tertentu yang pada akhirnya akan memicu pelepasan endokrin  yang diproduksi oleh tubuh. Penelitian Prof.Dr.Lucille, seorang pakar yang menangani proses penuaan, menyodorkan fakta bahwa tertawa bisa membantu mereka yang sudah tua renta untuk tetap awet, sementara yang muda tetap awet muda.
   
Sembuh Berkat Menangis
            dr. William Frey mengakui, terapi sebagian pasiennya dilakukanmelalui tontonan film sedih."Sebagian pasien saya sembuh setelah meneteskan air mata sepuas-puasnya".
Hasil penelitian Frey yang menarik adalah, pria sengaja menahan air matanya agar tampak perkasa dan jantan. "Sebenarnya pria dan wanita tidak berbeda dalam pengalaman emosinya. Jadi pria juga bebas untuk menangis agar jiwanya tidak tertekan." katanya
                                                                                      
                                                                                           by  NANIK FARIDA
                                                                                                 SMASA GONTA

Rabu, 21 Maret 2012

pengolahan kertas koran


DAUR ULANG KERTAS

Tjuan  : Mengetahui cara daur ulang kertas

Alat dan bahan :
  1. Baskom (bak)
  2. Gunting kertas
  3. Setrika
  4. Blender
  5. Bingkai kayu berbentuk segi empat dengan ukuran 15 x 20 cm
  6. Bingkai kayu dengan ukuran sama (15 x 20 cm) dan diberi screen (kasa nyamuk atau jaring-jaring bentos)
  7. Kain atau plastik tebal untuk melapisi meja
  8. Spons atau busa kering yang tebal
  9. Kain bekas atau plastik yang tebal
  10. Air bersih
  11. Lem kertas dari tapioka (lem kanji)
  12. Kertas bekas seperti kertas koran, HVS atau kertas kado

Cara Kerja :
  1. Kertas disobek-sobek (digunting) sekecil mungkin, kemudian direndam dalam baskom. Pastikan semua kertas benar-benar terendam
  2. Setelah kertas ditrendam satu hari, sobek-sobek kembali kertas dalam rendaman tersebut. Jika jenis kertas tebal seperti kardus, perendaman dilakukan selama dua hari. Untuk perendaman kertas yang dilakukan hingga 24 jam, harus sering dilakukan penggantian air bersih, paling tidak enam jam sekali untuk menghindari aroma kertas yang busuk dan menyengat hidung
  3. Kertas rendaman ditumbuk atau dihancurkan dengan blender hingga menjadi bubur kertas atau pulp. Jika menggunakan blender, satu gelas kertas rendaman ditambah dengan dua gelas air yang dimasukkan ke dalam blender. Isi gelas blender jangan lebih dari setengahnya. Tingkat kehalusan bubur kertas tergantung benda yang akan dibuat.
  4. Ambil bubur kertas yang telah diperas airnya sebanyak 250  gram, campur dengan sepuluh gram lem kanji dan lima liter air dalam sebuah baskom atau bak dan aduk hingga rata. Apabila ingin menghasilkan kertas daur ulang yang tipis, jumlah air ditambah satu liter lagi, sebaliknya jika ingin kertas daur ulang yang tebal airnya dikurangi dua liter.
  5. Proses pencetakan kertas menggunakan alat bantu berupa dua bingkai kayu dengan posisi bingkai yang kosong terletak di atas, sedangkan bingkai yang memakai screen terletak di bawah. Namun posisi screen harus menghadap ke atas.
  6. Aduk sebentar adonan bubur kertas di dalam baskom/bak, kemudian benamkan kedua bingkai kayu dengan segera ke dalamnya selama tiga hingga lima detik. Lalu angkat ke permukaan.
  7. Biarkan sejenak bingkai cetakan di atas bak agar sisa-sisa air menetes ke dalam baskom/bak. Setelah kurang lebih 15 detik bingkai bagian atas dapat diangkat dengan hati-hati hingga tinggal bingkai yang memakai screen. Pada screen akan diperoleh adonan bubur kertas yang masih kasar.
  8. Pindahkan bingkai yang berisi adonan kertas ke atas meja yang sebelumnya telah dilapisi kain atau plastiktebal. Posisi bingkai dibalik, yaitu posisi adonan kertas langsung menyentuh dan menempel pada kain atau plastik yang telah terpasang di atas meja. Sementara screen berada di bagian atas.
  9. Dengan spons atau busa kering yang tebal, lakukan pengisapan air di atas screen berulang kali. Selanjutnya bingkai dengan screen dapat diangkat secara hati-hati hingga akan tertinggal adonan kertas di atas kain atau plastik.
  10. Berikutnya, lakukan pengeringan di bawah terik matahari hingga kering.
  11. Untuk memperoleh hasil kertas yang kencang dan kaku, bisa dilakukan pemanasan ulang dengan cara menyetrika kertas satu per satu.
  12. Kertas daur ulang dapat dibuat  beraneka hiasan atau alat tulis yang memiliki nilai jual.
  13. Buatlah karya seni dari kertas daur ulang dan coba jual di kalangan teman-temanmu.